Picture
Plot :
Diawali oleh kembalinya Haruka Yamano (Noriko Aoyama) ke rumahnya di Tokyo usai mengalami kecelakaan mobil di San Diego, California. Haruka diantar oleh ayahnya yang besoknya sudah harus kembali ke Singapur untuk suatu urusan bisnis. Tinggalah Haruka berdua saja dengan adiknya yang bernama Koichi Yamana (Aoi Nakamura) dimana semua keanehan dimulai.

Pada awalnya, Haruka merasa heran dengan kursi rodanya yang berpindah dari samping tempat tidur ke dekat jendela. Kejadian itu terjadi pada saat Haruka tidur. Koichi yang penasaran atas apa yang terjadi memeriksa kamar tersebut hingga sampai pada sebuah kesimpulan bahwa ada semacam roh jahat yang ingin mengganggu kakaknya itu. Kemudian Koichi berinisiatif untuk meletakkan garam, membentuk sebuah gundukan, tepat di samping tempat tidur kakaknya.

Keesokan harinya Haruka terbangun disertai suara jeritan yang keras. Koichi yang saat itu berada dalam kamarnya langsung berlari menghampiri. Dia melihat garam yang kemarin ditaruhnya telah berserakan. Mereka berdua heran karena merasa tidak ada orang yang mungkin masuk ke kamar Haruka. Koichi, yang sebelumnya telah menaruh sebuah kamera dibawah kamar Haruka, mengajak Haruka untuk melihat video rekaman tersebut untuk memastikan apa yang terjadi. Haruka sempat merasa kesal dengan perbuatan adiknya yang menaruh kamera di kamar tidurnya tanpa ijin, tapi kemudian ikut memperhatikan video tersebut. Ternyata saat malam Haruka tidur, seperti ada yang meniup gundukan garam tersebut hingga berserakan.

Rasa penasaran Koichi membuatnya ingin melakukan perekaman lagi. Awalnya Haruka melarang, tapi akhirnya memperbolehkan karena Koichi sangat memaksa dan berjanji itu merupakan terakhir kalinya dia melakukannya.

Perekaman semalam suntuk pun dimulai tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Koichi kembali merengek agar dapat mengulangi perekamannya lagi. Dan diperbolehkan. Kali ini dia berhasil menangkap suara ganjil berupa ketukan namun Haruka menganggapnya hanya suara biasa.


Koichi pun semakin penasaran atas apa yang terjadi. Kembali dia merengek ke kakaknya. Haruka kali ini tidak kalah dengan rengeka adiknya itu. Mereka berdua sempat bertengkar di meja makan akibat hal ini, hingga sebuah gelas yang ada di dekat Koichi pecah secara tiba-tiba. Mereka terhenti seketika. Merasa heran dengan apa yang terjadi.

Haruka yang mulai ketakutan memperbolehkan adiknya melakukan perekaman. Segera Koichi memasang kembali kamera beserta tripodnya. Perekaman pun dimulai. Di dalam rekaman itu terlihat pintu kamar Haruka yang terbuka dengan sendirinya dan selimut bergerak seperti ditarik oleh sesuatu.


Teman Haruka, Jun Nagoshi, berkunjung keesokan harinya bersama dengan Mai Yaguchi (pacarnya) dan Misuzu Kurure (teman Mai). Kebetulan Misuzu mempunyai semacam kemampuan spesial dimana dia bisa melihat dan merasakan keberadaan "makhluk lain". Koichi pun mengajak Misuzu dan yang lainnya untuk memeriksa kamar Haruka dimana disana sering terjadi hal-hal yang gaib.

Misuzu memeriksa kamar Haruka dengan diam, tak berbicara satu kata pun. Saat yang lain penasaran dengan tingkahnya, Misuzu tiba-tiba berbalik kembali ke ruang bawah dan kembali ke tempat duduk awal juga masih dalam keadaan diam. Yang lainnya masih terheran dan bertanya-tanya terhadap sikap Misuzu itu. Akhirnya Misuzu menjelaskan bahwa benar dia merasakan ada sesuatu di kamar Haruka. Namun dalam usaha menjelaskan itu, Misuzu tiba-tiba menjerit histeris sambil menutup telinganya, sedang mulutnya mengeluarkan busa putih. Suasana berubah panik. Misuzu yang telah berhenti menjerit histeris langsung permisi pamit meninggalkan rumah itu dengan ketakutan. Jun dan Mai mengikutinya juga dengan ketakutan dan penasaran.

Berdasar kejadian tersebut, Koichi segera memanggil pengusir hantu untuk mengusir hantu yang bersarang di rumahnya.

Malam kembali menjelang, kali ini giliran Koichi yang di ganggu. Saat memperhatikan video rekamannya, ada suara ketukan yang makin lama makin keras. Koichi yang penasaran segera mencari asal suara tersebut ke lantai bawah. Suasana ruangan sangat gelap, hanya mengandalkan sinar terang lampu kamera. Lama dia berputar-putar mencari asal suara, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara radio yang hidup sendiri dan mengeluarkan suara sangat keras. Segera dia mematikan radio tersebut dan menuju ke kamarnya. Tetapi tidak sampai disitu saja. Saat tiba di kamar dia mendapati pas semua pas potonya pecah tepat di wajahnya.

Keesokan paginya, Koichi bercerita ke kakaknya kalau dia juga sudah mulai diganggu. Dia pun memasang kamera juga di kamarnya. Perekaman dengan dua kamera berbeda lokasi pun di mulai.

Pada awalnya terjadi hal seperti biasanya, pintu kamar Haruka terbuka dan sempat lampu berkedip untuk sekian detik. Namun tiba-tiba Haruka berteriak histeris. Koichi sontak bangun dan berlari ke kamar kakaknya itu. Dia mendapati kakaknya yang sedang berteriak karena merasa di sentuh oleh makhluk tersebut. Dan tak lama setelah itu, terdengar suara gemuruh seperti orang berlari dan seketika pintu kamar tertutup dengan kerasnya. Koichi mencoba membuka pintu tapi tidak ada apa-apa yang terlihat, hanya ruangan gelap.

Keesokan paginya, Koichi yang sudah mulai ketakutan mencoba untuk menghubungi ayahnya yang ada di Singapur. Namun sayang, ayahnya yang memang sangat sibuk baru akan kembali dalam beberapa hari lagi. Di saat itu lah si pengusir hantu datang. Mulailah si pengusir hantu itu melakukan ritual pengusiran.

Malam harinya, mereka berdua tetap melakuka perekaman, namun mereka sudah tidak menemukan apa-apa lagi, begitu pun selama empat hari kedepan.

Wajah kedua kakak beradik itu pun kembali ceria. Koichi sempat bertanya tentang kronologis kejadian tabrakan yang dialami oleh kakaknya itu. Di ceritakan bahwa Haruka menabrak seorang gadis yang tiba-tibu muncul di tengah jalan dan ternyata gadis itu merupakan seorang pembunuh yang membunuh kekasihnya sendiri dan ketika itu sedang lari dari polisi.

Akhirnya ayah mereka datang. Mereka menceritakan sedikit mengenai apa yang terjadi di rumah mereka selama ayahnya tidak ada. Namun sayang, walaupun ayahnya menyempatkan diri untuk pulang tetapi dia tidak bisa berlama-lama karena harus sudah kembali besok paginya.

Kembali malam hari, terlihat dari video yang ditampilkan. Kali ini kembali terjadi sesuatu kejanggalan setelah sekian lama tidak terjadi. Kursi roda Haruka yang tadinya ada di samping tempat tidurnya, bergerak sendiri ke arah kamera. Koichi yang saat pagi mengecek rekaman video semalam memberi tau kalau ternyata penunggu rumah mereka belum juga pergi.

Koichi kembali menelpon pengusir hantu yang mereka panggil minggu lalu. Namun bukan kabar baik yang dia dapatkan, pengusir hantu yang mereka panggil itu ternyata telah meninggal sesaat setelah pulang dari rumah mereka minggu yang lalu. Penyebabnya adalah serangan jantung.


Kembali mereka berdua tidur dalam keadaan was-was. Semula keadaan terlihat tenang, hingga teror kembali dimulai. Kali ini lebih ekstrim dari yang sebelum-sebelumnya. Rambut Haruka ditarik paksa oleh sesuatu yang tidak terlihat sedang Haruka menjerit ketakutan. Makhluk tersebut terus menarik rambut Haruka hingga dia terjatuh dari tempat tidurnya. Koichi yang berada di kamarnya kembali terbangun oleh jeritan Haruka dan berlari menuju kamar Haruka. Namun yang terjadi, pintu kamar Koichi terkunci. Dia tidak dapat membukanya walaupun segala upaya ia kerahkan, sedang Haruka terus di tarik rambutnya menuju kolong tempat tidur. Akhirnya, pintu kamar Koichi terbuka. Segera ia berlari ke kamar Haruka. Koichi mendapati kakaknya sudah berada di bawah tempat tidur, tergelatak dan menjerit ketakutan. Koichi mencoba menenangkan kakaknya itu dan melihat ke bawah tempat tidur, seperti instruksi kakaknya, tetapi tidak ditemukan apa-apa.

Dengan wajah syok, Haruka mencoba menghubungi ayahnya keesokan harinya. Namun sia-sia. Ayahnya tidak mengangkat telponnya karena kesibukannya.

Haruka akhirnya mengaku dan menceritakan kisah sesungguhnya di balik kecelakaan yang dialaminya. Dia bercerita bahwa keanehan ini sebenarnya tidak hanya terjadi saat dia disini, tetapi sudah dimulai sejak dia masih di Amerika. Dia juga menceritakan bahwa gadis yang ditabraknya itu bernama Katie. Sebelum tertabrak dan membunuh kekasihnya sendiri, Katie juga mengalami kejadian-kejadian aneh sama seperti yang dialami Haruka. Tonton film Paranormal Activity 1 dan 2 untuk lebih mengetahui siapa itu Katie. Haruka juga meminta kepada adiknya untuk segera meninggalkan rumah jika terjadi hal-hal yang tidak beres dengan dia.


Kembali dikisahkan Haruka yang menjerit ketakutan, namun saat Koichi telah sampai di kamar kakaknya itu, dia tidak dapat menemukan Haruka. Dengan panik, Koichi mencari kakaknya ke ruang bawah lalu kembali lagi ke atas, sedang Haruka terus menjerit-jerit. Tepat di sudut ruangan yang gelap Haruka terduduk lemas di atas kursi rodanya. Tak bergeming, tak bersuara. Koichi mencoba menyadarkan kakaknya yang pingsan itu. Haruka sadar dan dengan nada ketakutan ia memperlihatkan tangannya yang telah digigit oleh makhluk penghuni rumahnya. Bekas gigitan itu membentuk seperti bekas gigitan manusia, namun dengan gigi yang lebih tajam. Dan kulit di sekitar bekas gigitan tersebut memerah.

Haruka masih syok pada keesokan paginya. Koichi, yang sebelumnya telah mencari-cari artikel mengenai setan di internet, menyelipkan salib ke tangan Haruka yang sedang tidur. Koichi membangunkan kakaknya dan menawarkan sarapan untuknya. Koichi pun keluar.

Masih di dalam kamar Haruka, salib yang ada di tangannya terjatuh. Salib itu berjalan sendiri seperti ada yang menariknya. Salib itu terus berjalan sedang kaca di samping tempat tidur Haruka pecah. Tidak lama kemudian giliran kaca yang di belakang yang pecah. Setelah itu, giliran cermin yang tepat disamping jendela yang pecah yang diikutin oleh terbakarnya salib itu secara misterius hingga menghitam. Koichi yang akhirnya kembali ke kamar melihat salib yang terbakar tersebut. Entah kesal atau karena frustasi, Koichi lalu membanting salib tersebut.

Malam harinya, teror terus berlanjut. Kali ini teror hantu ini mendekati puncaknya. Di gambarkan saat itu, pintu kamar Haruka terbuka dengan kerasnya, seakan sesuatu telah membantingnya dengan sangat keras. Tidak hanya sampai disitu, Haruka yang semula tidur terbangun namun bukan karena kemauan sendiri, dia seperti telah dirasuki oleh sesuatu. Haruka menurunkan kakinya yang patah itu dan dia mencoba berdiri. Percobaan pertamanya gagal, dia terjatuh di tempat tidurnya. Percobaan kedua Haruka berhasil berdiri secara misterius. Posisi berdirinya mengerikan, membuat aku sendiri merinding. Dengan posisi berdiri seperti itu dan cara melangkang yang juga sangat mengerikan, Haruka berjalan menuju kamar Koichi yang sedang tertidur pulas. Cukup lama Haruka berdiri di samping tempat tidur Koichi sambil memandanginya. Kemudian Haruka meninggalkan adiknya itu.

Seleah Haruka hilang dari pandangan, terdengar jeritan yang sangat keras. Koichi terbangun dan bersegera keluar. Dia mencari asal suara tersebut ke bawah. Dia menemukan aquarium telah pecah. Dia terus mencari hingga akhirnya tersandung oleh sesuatu dan terjatuh. Saat dia berbalik, dia melihat kaki seseorang yang seluruh badan hingga kepalanya masuk ke dalam sebuah lemari. Dilihat dari posisinya, ia sedang tergeletak tak bergerak. Koichi menghampirinya. Dibukanya perlahan lemari tersebut. Ternyata ayahnya yang sedang tidak sadarkan diri. Begitu Koichi kembali membalikkan badannya, kakaknya yang tadi dirasuki langsung menghantamnya tepat dikepala hingga Koichi pingsan.


Melalui kamera yang masih ada di dalam kamar Koichi, Koichi tiba-tiba terlihat terbang dilempar oleh Haruka. Haruka dengan sosok yang mengerikan mengintip di balik kepala Koichi yang tergelatak di lantai setelah dilemparkan. Koichi siuman dan langsung berlari keluar rumah.

Koichi terus berlari ke tepi jalan yang gelap dan sepi hingga akhirnya menemukan taksi. Koichi memberhentikan taksi itu dan langsung menghambur masuk. Koichi yang saat itu merasa telah terselamatkan mencoba menenangkan dirinya. Namun tiba-tiba. Braaakkkkk. Haruka tiba-tiba muncul di depan taksi Koichi yang melaju kencang. Haruka tertabrak!

Adegan kemudian berpindah ke sebuah ruangan dimana terdapat sesosok mayat yang ditutupi dengan kain putih. Mayat tersebut adalah supir taksi yang sebelumnya mengantar Koichi.

Disana, Koichi kembali mendengar suara ketukan seperti yang pernah didengarnya sebelumnya. Tiba-tiba kaki Koichi ditarik oleh sesuatu yang tidak terlihat. Koichi diseret menuju kegelepan disertai jeritan.




This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.
 


Comments




Leave a Reply